Kata orang. sahabat atau kawan itu ialah orang yang berkongsi suka dan duka...Tapi bagi aku..tidak perlu berkongsi duka.tapi tahu bila temanya berduka atau kecewa...Itu bagi aku..Tidak perlu pertemuan seminggu sekali untuk tahu dalam eratnya ikatan itu, tapi perlunya tahu keadaanya teman walau terpisah ribuan batu...Tidak perlu berkongsi suka..kerana sentiasa mendoaka kebahagian teman...Tidak perlu panggilan telefon berjam2 tapi cukup hanya dengan sms sekali sekali...Tapi teman itu akan hadir dikala hari bahagia tanpa perlu dipakasa atau dipujuk rayu, teman itu akan berfikir akan akan hari mendatang seorang teman, teman itu dikala susah dibantu tanpa disuarakan, teman itu akan bangun memperjuaangkan haknya bila perlu tanpa dipinta..itu teman bagi aku...tidak perlu berkongsi segala...tapi dapat memiahami segalanya....Tidak persoalakan tindakan teman..namun sokongan padu diberikan biarpun seribu satu persoalan yang bermain..
Percayalah...itu bagi aku..kerana ku punya mereka yang begitu..jauh tertanam beribu batu didalam hati...Kata orang masa bukan ukuran..itu sudah pasti tapi..dengan masa semua menjadi sebati biar kurang rasa pada awalnya...Jika kamu perlukan teman hanya pada kesusahan...undurkan diri mu dengan segera...kerana kamu hanya menjadi beban mereka..itu kata aku...
Manusia itu mahu tidak mahu, jalan hidupnya sudah ditentukan...namun itu bukan alasan untuk tidak berusaha..setiap usaha ada ganjaranya...Qada dan qadar pegangan hidup kita...Petemuan dan perpisahan itu pastinya terjadinya dengan penuh seribu satu hikmah yang kita sendiri kadangkala lupa dan alpa..Andai satu masa dulu, dia segalanya...tapi segalanya mungkin bertukar dengan sekelip mata..kerana kita hanya merancang...tapi ALLAH yang menentukan..
Jika yang diimpikan itu tidak menjadi kenyataan, usah ditangis atau dibenci pada yang bukan rezeki...lapang dada buka fikiran hati dan akal..doakan agar semua bahagia dunia dan akhirat.. mengapa perlu diungkit kisah lukadan kata nista pada hari bahagia mereka. Siapa kita untuk mempertikaikan segalanya? Kata orang, kalau itu mainan syaitan...jadi tenangkan hati..lepaskan lelah atau perit dihati..percayalah pasti ada seseorang yang lebih baik sedang menunggu untuk menjadi rusuk kiri mu atau atau..pastinya tuan rusuk itu dalam pencarian yang tiada henti..Berdoalah padaNYA agar dipercepatkan pertemuaan biar diri ini semakin tenang dan jiwa semakin tenteram...itu juga pesanan buat diri ini...
p/s - manusia hidupnya harus punya perasaan agar tahu menghargai apa yang ada disekelilingnya...itu rasa diri ini....
Manusia punya tahap sabar yang berbeza bergantung sejauh mana tebalnya iman seseorang. Kerana sabar itu separuh dari iman. Aku manusia yang punya keimanan senipis bawang dengan kerdil mengaku.Dalam mencari erti kehidupan aku berusah untuk tambah nilai imanku. Menjadi bekalan di dunia sana. Secara dasar dan nyatanya...aku mudah marah dan seringkali hilang sabar terhadap sesuatu biarpun ianya tidak logik. Namun amarah itu cuma sementara tapi seringkali terjadi. Orang diluar pasti melihat aku manusia yang bengis dan suka seringkali hilang pertimbangan tanpa kira rasa.
Tapi dalam ketidaksabaran itu, aku akan menjadi paling sabar tika semua yang berada disekeliling aku telah hilang sabarnya. Bukan berlagak untuk menjadi hero, tapi itulah nyatanya. Dimana seharusnya ketidaksabaran aku meletus, aku menjadi yang paling bersabar dan meredakan keadaan. Pelik, tapi itulah yang nyata. Setiap kejadianNYA punya kebaikkan dan keburukkan, yang buruknya dari diri aku dan baiknya dari Allah.
Lama sungguh jari di jemari kasar aku tidak menulis tinta kata di kamar ini. Bukan aku sibuk mengalahkan menteri cuma aku sendiri belum dapat menyesesuaikan keaadan diri dengna momentum yang sedang menuju laju. Alhamdulilah dengan momentum yang ada ini aku mampu meneruskan kehidupan ini. Biarpun aku penat lelah..namun aku punya kepuasan yang rasa gembira yang sukar diungkap. Aku masih berpeluang mencari rezeki di dunia tuhan yang luas ini. Masih diberi peluang untuk membalas jasa ibu dan ayah ....Seribu kesyukuran aku panjatkan...
Namun dalam meniti arus kehidupan ini, seharusnya melalui frasa yang seterusnya..menjadi lebih bahagia...Aku menjadi semakin keliru dan kusut dengan soalan yang aku sendiri tidak punya jawapanya... Andai aku bisa nokhtahkan segala persoalan mereka...pasti sudah akan aku lakukan...Tapi, jawapan pada persoalan itu datangnya dengan jodoh, takdir dan rezeki dari ILLAHI...siapa aku untuk mempersoalkannya..... Andai aku punya kekuatan untuk membalas segala persoalan itu.....
Andai kamu sudah ketemu bahagia diri, mengapa perlu dipersoalkan bahagia orang...Andai kamu sudah jumpa kasih hati jantung sayang...jangan di tanya pada yang tiada....Hulurkan doa tanda restu..moga diri ketemu sayang sejati..bukan bertanya sampai empunya diri rasa meluat geram memendam rasa.....
Manusia hidup berlandaskan kebenaran..Itu kata orang. Tapi bagi aku kebenaran itu subjektif. Punya nilai julat yang berbeza pada tempat, masa dan keadaan. Bukan ini bermaksud aku suka tipu atau ditipu ..tapi itu hakikatnya realiti kehidupan. Ada insan, yang sukar sekali menceritakan kebenaran, atau berlindung di bawah sesuatu keadaan. Tidak meceritakan sesuatu mungkin kerana kebenaran itu menyakitkan atau perlu menjaga atau melindungi sesuatu yang diamanahkan. Tapi bagi aku, semua itu hanyalah alasan bukan? Benar atau tidak, hanya tuan empunya sahaja yang pasti. Namun, tegarkah anda manusia membuai harapan dan kasih mereka yang ada, semata demi kepuasan diri sendiri. Selama ini berpaksikan khayalan atau cuma ilusi .
Memberi mereka erti dalam pencarian kamu sebagai insan, menyusuri tapak lemah kamu mengharungi kehidupan...dan tanpa ada rasa...akhirnya kamu mengaku itu bukan kamu? Ianya sekadar permainan tinta, yang dirimu rasa adalah satu kepuasan? Jika benar ingin berselindung, usah singkap nyata siapa kamu. Teruskan alter_ego itu tanpa perlu diugkai segalanya. Bukankah itu lebih selesa dalam menjadi nyata.Teruskan hidupmu itu dengan apa yang kamu punya. Andai mereka punya persoalan, katakan yang benar atau..usah dibuai mereka dengan khayalan semata. Aku bukan perlukan kata- kata manis sebagai penyejuk jiwa, tapi seringkali kata itu diungkap namun hasil dan nyatanya berbeza. Permainan apakah yang cuba disampaikan. Degilnya aku menghormati sesorang itu tanpa kira siapa apa keturunananya...tapi dalamnya degil juga pada manusia yang mencambah rasa kurang ini di dalam jiwa...sehingga membuat aku menjadi semakin hilang rasa terhadap apa yang kamu ucapkan..
Tajuk macam biasa dengar...Kata2 ini aku pinjam dari seseorang...jangan risau..aku sudah pinta izin pinjam kata katanya...Tajuk omputih entry melayu tak jadi salah kan...
Kata orang kata tajamnya mengalahkan pedang....Kalau betul gayanya boleh dapat apa sahaja hanya dengan kata - kata. Bukan kata - kata yang yang kosong isinya tapi penuh dengan ilmu tiada tolok bandingnya...Tapi kata juga andai salah laku lakunya...masjid yang indah terbina bertahun lamanya boleh runtuh sekelip mata andai tidak terkawal gunanya...Jika salah gunanya bisa pincang satu dunia....Itulah kata - kata...Namun..jika kata dialunkan dalam nada penuh lembut iramanya...Dunia yang perang boleh jadi aman jadinya...Rajuk yang panjang bisa terhapus sekelip mata...Amarah yang meletus ibarat lahar bisa padam sejuk membeku membuang rasa..hati yang keras ibarat batu bisa lebut tanpa hadnya...Itu adalah kata - kata..... Anak yang degil lakunya bisa jadi soleh paham kata ...Hebat atau tidak kuasa kata anda tentukannya...Namun masih ada yang tidak punya rasa untuk berkata..mungkin tulisan jadi senjata..
Sebanyak mana kata boleh diluah ..sebegitu juga tulisan boleh jadi nyata..Andai kata bisa setajam pisau, tulisan kata boleh menggegarkan dunia...tapi itulah nyatanya...Tulis kata yang hebat bisa menggemparkan aman satu dunia,terkenang sebagi penulis akhir kata.Tulisan yang sayu dan sedih jiwanya...bisa bergenang di tubir air mata tatkala mata membaca kata. ..meruntun jiwa emosi muda dan tua.
Kalu kata tidak mampu dilafaz...luahan rasa jadi pengganti diri....Pada yang tersayang, jika kasih tidak terucap dihujung bibir...bait2 pena cinta sebagai kata diri...Andai amarah menggunung tidak tercetus rasanya..sampaikan tulisan kata dengan penuh rasa geramnya...itu adalah tulisan kata...siapa sahaja mampu menulis itu hakikatnya.....Kasih yang jauh dimulut dalam dihati dapat sampaikan melalui tinta pena....Akal yang tajam dapat dikongsi dengan tulisan ilmiah ...itu lah kuatnya tinta pena....Jika betul isi dan pendapatnya...pasti dapat merubah dunia...seperti penulis besar yang ada kini hari....
Namun manusia ini lahirnya atau jadinya dari asal yang sama tapi punya rasa berbeza...Ada yang lahirnya semulajadi sebagai pendebat hebat...kata-katanya bisa mempegun seisi dunia....Tapi ada juga insan lahirnya pendiam yang amat sangat...Kata - katanya cuma kedngaran kadang kala tapi tinta penanya bersuara lantang menyuara rasa hati ....itulah manusia...
Ada orang perlu bersuara untuk melempias apa rasa hati...bergurau senda jadi peneman sunyi....berkawan rapat mesra tersenyum indah...Ada orang senyum pengganti kata....Sepuluh kata terlontar kita, diri itu tersenyum jua...berat mulut bukan emas isinya namun punya rasa yang berat tak terluah kata....Pena tinta jadi peneman jiwa....Rasa gembira dan sedih dikongsi sama...Membuat jiwa seakan rasa apa ditintanya....